RafaleaMedia.com, SEMARANG – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem di Kota Semarang pada Jumat, 2 Januari 2026.
Berdasarkan prakiraan data resmi, sebagian besar wilayah kota diprediksi mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat, bahkan beberapa kawasan diperkirakan disertai kilat dan petir. Suhu udara berada pada kisaran 22–29 derajat Celsius dengan tingkat kelembaban yang cukup tinggi.
Wilayah pusat aktivitas masyarakat seperti Semarang Tengah, Semarang Utara, dan Semarang Timur tercatat memiliki peluang besar mengalami hujan petir.
Suhu di kawasan tersebut diperkirakan berada pada rentang 24–28 derajat Celsius dengan kelembaban mencapai lebih dari 90 persen. BMKG juga menempatkan Semarang Selatan, Candisari, Gajahmungkur, dan Semarang Barat dalam kategori wilayah yang perlu meningkatkan kewaspadaan karena potensi petir masih cukup dominan.
Sementara itu, hujan dengan intensitas sedang berpeluang mengguyur kawasan Gayamsari, Genuk, Pedurungan, Tembalang, Ngaliyan, Mijen, hingga Tugu.
Kondisi udara di wilayah-wilayah ini diperkirakan berada di kisaran 22–29 derajat Celsius dengan kelembaban antara 71 hingga 97 persen.
Melihat sebaran tersebut, cuaca basah diperkirakan merata hampir di seluruh sisi kota, baik di pusat maupun pinggiran.
Sedikit berbeda dari kawasan lain, wilayah seperti Banyumanik dan Gunungpati yang memiliki kontur lebih tinggi justru diprakirakan hanya mengalami hujan ringan.
Meski begitu, kelembaban di dua wilayah ini tetap tinggi hingga menyentuh angka 98 persen, sehingga udara diprediksi terasa lebih lembap dan dingin dibandingkan wilayah lain.
BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi dampak yang dapat ditimbulkan, seperti jalan licin, jarak pandang terganggu, hingga kemungkinan munculnya genangan di beberapa titik rawan.
Pengendara kendaraan bermotor diminta lebih berhati-hati, sementara warga yang beraktivitas di luar ruangan disarankan menyiapkan perlindungan diri seperti jas hujan atau payung.
Selain itu, masyarakat yang tinggal di kawasan yang sering terdampak petir diminta menghindari berteduh di bawah pohon atau area terbuka saat hujan mulai turun.











