Blitar – Mantan Wakil Bupati Blitar, Rahmad Santoso, menjalani pemeriksaan di Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Blitar pada Rabu (19/3/2025).
Pemeriksaan tersebut berkaitan dengan dugaan korupsi dalam proyek pembangunan Dam Kali Bentak di Kecamatan Panggungrejo.
Rahmad Santoso diperiksa selama hampir lima jam sejak pukul 11.45 WIB hingga sore hari.
Usai pemeriksaan, Rahmad mengaku mendapat banyak pertanyaan dari penyidik, namun ia mengaku tidak bisa mengingat jumlah pastinya.
“Pertanyaannya banyak sekali. Saya jawab yang saya tahu, dan yang tidak saya tahu ya saya tidak bisa menjawabnya,” ujar Rahmad kepada awak media.
Menariknya, dalam pemeriksaan tersebut, Rahmad justru menyinggung peran Tim Pengawas dan Pengendalian Infrastruktur Daerah (TP2ID) dalam proyek-proyek yang berjalan di Kabupaten Blitar.
Ia menyebut bahwa TP2ID memiliki pengaruh besar dalam menentukan proyek yang dijalankan.
“Di TP2ID dulu banyak tenaga ahli yang kompeten, tapi sebagian besar memilih mundur. Yang tersisa hanya mereka yang dianggap paling ‘ahli’ dalam mengelola proyek-proyek besar,” ungkapnya.
Salah satu nama yang ia sebut adalah Abah Ihson, yang diketahui merupakan kakak dari Bupati Blitar saat itu, Rini Syarifah.
Rahmad menegaskan bahwa dirinya hanya menyampaikan fakta yang ia ketahui selama menjabat.
“Saya bongkar semuanya. Kalau saya tahu, saya sampaikan, kalau tidak, ya saya tidak bisa mengarang,” tegasnya.
Terpisah, Plt. Kepala Kejari Kabupaten Blitar, Andriyanto Budi Santoso, memastikan bahwa penyelidikan kasus ini masih terus dikembangkan. Ia menyebut kemungkinan adanya tersangka baru jika ditemukan bukti tambahan yang cukup.
“Penyidikan masih terus berjalan. Kami akan mendalami setiap informasi dan tidak menutup kemungkinan ada nama-nama baru yang akan terseret dalam kasus ini,” kata Andriyanto.
Kasus dugaan korupsi Dam Kali Bentak semakin menjadi sorotan publik, terutama setelah munculnya dugaan keterlibatan sejumlah pihak yang berpengaruh dalam proyek ini.
Masyarakat menantikan hasil penyelidikan lebih lanjut guna memastikan adanya transparansi dalam penggunaan anggaran daerah.
Penulis : Arif Rosmanto
Editor : Rizal y