BLITAR – Aktivitas jual beli hewan ternak di Pasar Hewan Dimoro, Kota Blitar, meningkat secara signifikan menjelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru).
Sejak pagi, terlihat pasar dipadati oleh para pedagang dan pembeli dari berbagai wilayah Blitar dan daerah sekitar. Suasana transaksi berlangsung ramai dengan intensitas tawar-menawar lebih tinggi dibanding hari biasa.
Pantauan langsung di lapangan menunjukkan, kambing dan sapi masih menjadi komoditas utama yang diminati. Banyak pedagang membawa stok lebih banyak karena memprediksi lonjakan permintaan menjelang libur panjang.
Hal ini dikatakan oleh Sucipto, pedagang asal Kecamatan Srengat, menyebut periode H-7 hingga H-3 Nataru selalu menjadi momen paling sibuk dan berkah untuk menjual hewan ternak yang di bawanya.
“Menjelang Natal dan tahun baru, pasar jauh lebih padat. Pembeli datang terus dan sebagian besar siap membeli,” ujarnya pada Senin, (22/12/2025).
Dari sisi harga, pedagang menyebut kondisinya relatif stabil meski mengalami kenaikan tipis. Harga kambing dewasa berada pada kisaran Rp3 juta hingga Rp4 juta per ekor, tergantung ukuran dan kondisi fisik. Sementara harga sapi dewasa berada di rentang Rp14 juta hingga Rp22 juta per ekor, terutama untuk sapi dengan bobot ideal dan kondisi sehat. Kenaikan tersebut masih dianggap wajar.
Seorang pembeli bernama Andi, warga Kecamatan Sananwetan, mengaku datang lebih awal agar bisa mendapatkan hewan dengan kondisi bagus.
“Sekarang pilihannya lebih banyak dan pasarnya juga lebih rame dibanding tahun lalu. Saya cari yang sehat, badannya bagus, jadi datang pagi supaya bisa lihat-lihat dulu,” tuturnya
Andi menyebut, hewan yang dibelinya rencananya akan dipotong untuk kebutuhan keluarga saat libur Nataru.
“Biasanya akhir tahun banyak acara kumpul keluarga, jadi sekalian beli sekarang,” katanya.
Sementara itu, Joni, penjual sapi asal Kepanjen, menyebut pembeli kini lebih selektif saat memilih ternak. Di tengah ramainya perdagangan, ia berharap momentum ini dapat bertahan sampai pergantian tahun.
“Semoga kondisi pasar tetap ramai sampai tahun baru. Kalau penjualan stabil, itu jadi angin segar bagi kami pedagang dan peternak,” katanya.
Meningkatnya perdagangan ternak ini tidak hanya mencerminkan kebutuhan masyarakat menjelang libur akhir tahun, tetapi juga memberi dampak positif bagi perekonomian lokal. Meski pasar dipadati pengunjung, aktivitas jual beli tetap berjalan tertib dan transaksi berlangsung lancar dengan memperhatikan kondisi hewan.











