Daerah

Menanam Harapan di Jalur Selatan, Kolaborasi PT RMI–Mitr Phol Group Dorong Ruang Hijau JLS Blitar

8
×

Menanam Harapan di Jalur Selatan, Kolaborasi PT RMI–Mitr Phol Group Dorong Ruang Hijau JLS Blitar

Share this article
Penanaman 3.000 pohon di sepanjang JLS Serang–Tambakrejo, Blitar, sebagai bagian dari program pelestarian lingkungan.
Penanaman 3.000 pohon di sepanjang JLS Serang–Tambakrejo, Blitar, sebagai bagian dari program pelestarian lingkungan.

BLITAR – Jalur Lintas Selatan (JLS) Serang–Tambakrejo tak hanya diproyeksikan sebagai penghubung antardaerah dan akses wisata pesisir, tetapi juga sebagai ruang hidup yang ramah lingkungan. Kesadaran inilah yang mendorong PT RMI–Mitr Phol Group bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Blitar dan Lapis Kukus Industries melakukan penanaman 3.000 pohon di sepanjang jalur tersebut.

Aksi penghijauan ini menjadi penegasan bahwa pembangunan infrastruktur idealnya berjalan seiring dengan upaya menjaga keseimbangan alam. Di tengah geliat pembangunan kawasan selatan Blitar, kehadiran ribuan pohon baru diharapkan mampu memberi “napas hijau” bagi lingkungan sekitar, sekaligus menjadi investasi ekologis jangka panjang.

Tak sekadar menanam, kegiatan ini dirancang sebagai bagian dari komitmen keberlanjutan. Pohon-pohon yang ditanam, seperti Tabebuya dan Bintaro, dipilih karena memiliki fungsi ekologis sekaligus estetika. Selain memperindah bentang alam JLS, vegetasi tersebut berperan menahan erosi, menyerap polusi udara, dan menjaga kestabilan tanah di kawasan pesisir yang rentan perubahan cuaca.

Public and Government Relation Manager PT RMI–Mitr Phol Group, Putut Hindaruji, menegaskan bahwa langkah ini merupakan wujud tanggung jawab perusahaan terhadap lingkungan dan masyarakat sekitar wilayah operasional.

“Keberhasilan usaha tidak bisa dilepaskan dari lingkungan yang sehat. Menanam pohon hari ini adalah bentuk komitmen kami untuk masa depan, bukan hanya bagi perusahaan, tetapi juga bagi masyarakat Blitar,” ujarnya.

Menurut Putut, kolaborasi dengan pemerintah daerah dan pelaku usaha lokal menjadi kunci agar program semacam ini tidak berhenti sebagai agenda simbolis. Ia menilai, kerja sama lintas sektor mampu memperluas dampak dan memastikan keberlanjutan program di lapangan.

Pandangan serupa disampaikan Owner Lapis Kukus Industries, Didik Bintang. Ia menilai keterlibatan dunia usaha dalam isu lingkungan bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan.

“Ketika dunia usaha dan pemerintah berjalan bersama, upaya pelestarian lingkungan akan lebih kuat. Harapannya, kegiatan ini bisa memantik kesadaran kolektif bahwa menjaga alam adalah tanggung jawab bersama,” kata Didik.

Dukungan penuh juga datang dari DLH Kabupaten Blitar. Kepala DLH, Iwan Dwi Winarto, menyampaikan apresiasi atas inisiatif tersebut dan berharap kegiatan serupa dapat terus berlanjut dengan melibatkan lebih banyak elemen masyarakat.

“Selain manfaat ekologis, kegiatan ini memiliki nilai edukasi. Masyarakat diajak melihat langsung bahwa menjaga lingkungan bisa dimulai dari langkah sederhana, seperti menanam dan merawat pohon,” tuturnya.

Lebih dari sekadar penghijauan, penanaman 3.000 pohon di JLS Serang–Tambakrejo ini menjadi simbol harapan. Harapan akan ruang publik yang lebih hijau, jalur wisata yang lebih sejuk, serta masa depan pembangunan yang tidak mengorbankan kelestarian alam.

 

🔥 PROMO TERBATAS! 🔥
Oregon Hampili Pancing Micro

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *