Paguyuban Ilmu Batin Kabupaten Blitar Menggelar Kesenian Kebo Lodro

Rabu, 8 Mei 2024 - 08:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto,salah satu peserta mengalami kesurupan

Foto,salah satu peserta mengalami kesurupan

Blitar- Dalam rangka memperingati Hari Suro, puluhan warga yang tergabung dalam Paguyuban Ilmu Batin di Kabupaten Blitar menggelar acara tradisi kesenian Kebo Lodro.

Para warga yang mengenakan kostum kerbau menampilkan aksinya di jalan, bahkan beberapa peserta mengalami kesurupan saat acara berlangsung.

Acara tersebut berlangsung di Desa Jeruk Kecamatan Selopuro Kabupaten Blitar, dihadiri ratusan warga setempat yang menyaksikan tradisi kesenian Kebo Lodro dan Kirab Tumpeng.

Acara ini digelar untuk melestarikan adat budaya Jawa dan sebagai bentuk syukur kepada Tuhan yang Maha Esa atas segala limpahannya, serta berharap agar desa tetap aman dan tentram.

Dalam pengawalan mobil Shabara dari Polsek setempat, acara diawali dengan pertunjukan para drumband cilik mengenakan pakaian adat Jawa.

Baca Juga :  Bulan Muharam Warga Pesisir Pantai Tambak Rejo Blitar Menggelar Ritual Larung Sesaji

Diikuti oleh peserta dari Paguyuban Ilmu Batin yang juga mengenakan kostum kerbau, menambah meriah suasana acara. Tumpeng berisi hasil bumi juga dikirab mengelilingi desa.

Namun, saat acara berlangsung, beberapa peserta yang mengenakan kostum kerbau mengalami kesurupan dan meminta bunga, kembang setaman, dan minyak harum sebagai makanan.

Setelah diberi air dan doa oleh sesepuh desa, para peserta tersebut kembali normal dan melanjutkan acara.

Kesenian ini berhasil menarik perhatian masyarakat dengan jumlah yang signifikan.

Masyarakat rela berdesak-desakan dan duduk di jalan sebagai bentuk partisipasi, termasuk dengan mengabadikan momen tersebut melalui handphone dan kamera.

Baca Juga :  Umat Hindu Gelar Tawur Kasanga dan Parade Ogoh-Ogoh dalam Perayaan Nyepi 2025

Ketua Panitia, Mohamad Abrur, menyatakan bahwa acara ini bertujuan untuk melestarikan adat budaya Jawa yang terkikis oleh perkembangan zaman, serta mempertahankan budaya Jawa sebagai warisan nenek moyang yang harus dijaga dan dilestarikan.

Implementasi ini juga sebagai upaya memasukkan budaya nasional dan budaya Jawa, seperti pertunjukan drumband dan kesenian Kebo Lodro. Pihaknya berharap acara ini bisa dijadikan agenda rutin setiap tahun di Desa Jeruk.

Acara diakhiri dengan perbutan tumpeng berisi berbagai jajanan pasar dan hasil bumi oleh warga setempat, mereka percaya akan mendapat berkah jika berhasil merebut tumpeng, seperti berkah keselamatan, kesehatan, dan rezeki yang melimpah.

Penulis : Arif Rosmanto

Editor : Rizal y

Berita Terkait

Umat Hindu Gelar Tawur Kasanga dan Parade Ogoh-Ogoh dalam Perayaan Nyepi 2025
7 Macam Keris Pusaka Legendaris Jawa Peninggalan Jaman Dulu yang Tersohor Tuah Kesaktianya
Bulan Muharam Warga Pesisir Pantai Tambak Rejo Blitar Menggelar Ritual Larung Sesaji
Kesenian Tradisional Tiban: Ritual Pemanggil Hujan di Blitar

Berita Terkait

Sabtu, 29 Maret 2025 - 10:12 WIB

Umat Hindu Gelar Tawur Kasanga dan Parade Ogoh-Ogoh dalam Perayaan Nyepi 2025

Rabu, 12 Maret 2025 - 09:10 WIB

7 Macam Keris Pusaka Legendaris Jawa Peninggalan Jaman Dulu yang Tersohor Tuah Kesaktianya

Rabu, 8 Mei 2024 - 08:43 WIB

Paguyuban Ilmu Batin Kabupaten Blitar Menggelar Kesenian Kebo Lodro

Selasa, 3 September 2019 - 02:52 WIB

Bulan Muharam Warga Pesisir Pantai Tambak Rejo Blitar Menggelar Ritual Larung Sesaji

Senin, 19 Agustus 2019 - 16:27 WIB

Kesenian Tradisional Tiban: Ritual Pemanggil Hujan di Blitar

Berita Terbaru