Penambang Pasir Blitar Gelar Aksi di DPRD, Desak Kejelasan Perizinan dan Pembukaan Tambang

Senin, 3 Maret 2025 - 22:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Blitar- Sejumlah pekerja tambang pasir di Kabupaten Blitar menggelar aksi unjuk rasa di depan gedung DPRD Kabupaten Blitar pada Senin (3/3). Mereka menyampaikan aspirasi terkait penutupan tambang pasir yang telah berlangsung selama enam bulan terakhir dan meminta kejelasan terkait perizinan agar mereka dapat kembali bekerja.

Aksi ini melibatkan penambang pasir, sopir truk pengangkut pasir, serta masyarakat terdampak lainnya. Mereka mengendarai truk-truk menuju kantor DPRD dan melakukan audiensi dengan perwakilan legislatif serta pemangku kepentingan terkait.

Endang W, koordinator aksi, mengungkapkan bahwa ribuan warga menggantungkan hidup dari sektor pertambangan pasir, terutama di kawasan aliran lahar Gunung Kelud. Penutupan tambang yang berlangsung sejak enam bulan lalu telah berdampak luas, tidak hanya bagi penambang dan sopir truk, tetapi juga bagi pelaku usaha kecil yang bergantung pada aktivitas tambang.

“Kami tidak hanya berbicara soal penambang, tapi juga warung-warung makan, bengkel, dan usaha kecil lainnya yang kehilangan pelanggan akibat berhentinya operasional tambang. Jika situasi ini terus berlanjut, dampaknya semakin luas dan mengancam perekonomian masyarakat,” ujar Endang.

Menjelang bulan Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri, para pekerja tambang semakin terdesak kebutuhan ekonomi. Tabungan mereka telah menipis, sementara kebutuhan hidup terus meningkat.

Baca Juga :  Victory Over Islam Makhachev Over Dustin Poirer At Octagon 302

“Sekarang, kebutuhan anak dan rumah tangga juga meningkat. Kami berharap pemerintah segera memberikan solusi agar kami bisa bekerja kembali,” tambahnya.

Selain meminta pembukaan kembali tambang, para demonstran juga menyoroti masalah perizinan yang dinilai rumit dan memakan waktu lama. Mereka mengaku siap mengurus izin secara legal, namun sistem yang ada dianggap terlalu berbelit-belit dan sulit diakses oleh para pekerja tambang rakyat.

“Kami tidak keberatan mengurus izin, asalkan ada solusi yang lebih cepat dan jelas. Jangan sampai kami dibiarkan menggantung tanpa kepastian,” kata salah satu perwakilan penambang.

Terkait hal ini, Aryo Nugroho, S.H., anggota Komisi III DPRD Kabupaten Blitar, menyatakan bahwa pihaknya akan menyampaikan aspirasi para penambang kepada pimpinan DPRD dan Pemerintah Kabupaten Blitar.

“Kami memahami keresahan masyarakat. Oleh karena itu, kami akan mendorong pemerintah daerah untuk mencari solusi terbaik, baik dari sisi regulasi maupun aspek ekonomi,” ujarnya.

Aryo menambahkan bahwa salah satu kendala utama adalah penggunaan alat berat di tambang rakyat, yang dalam regulasi saat ini tidak diperbolehkan tanpa izin khusus.

“Jika izin pertambangan mereka lengkap, operasional dengan alat berat bisa diakomodasi. Tapi saat ini, banyak tambang yang masih berstatus ilegal sehingga terkena penertiban,” jelasnya.

Baca Juga :  Polres Blitar Siagakan Pleton Patroli dan Pleton Urai Pastikan Arus Lalu Lintas Lancar Selama Mudik dan Arus Balik Lebaran 2025

Dari sisi pemerintah daerah, Imam Solichin, Kasubid Pelayanan Bappenda Kabupaten Blitar, menjelaskan bahwa sektor pertambangan pasir sejauh ini belum memberikan kontribusi signifikan terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Dari total pemasukan daerah, sektor seperti ini masih terbilang  kecil. Tahun lalu targetnya 600 juta rupiah, tetapi realisasinya hanya sekitar 300 juta,” ungkapnya.

Ia juga menyebut bahwa saat ini hanya ada lima perusahaan yang memiliki izin produksi, sementara tambang lainnya masih dalam tahap eksplorasi atau belum memiliki izin resmi. Untuk meningkatkan kontribusi sektor pertambangan, pemerintah berencana membangun pos pantau guna mengawasi aktivitas tambang dan memastikan kepatuhan terhadap regulasi.

“Kami ingin memastikan bahwa pertambangan yang beroperasi benar-benar legal dan bisa berkontribusi bagi daerah,” tambah Imam.

Para penambang berharap agar pemerintah tidak hanya menegakkan aturan tanpa memberikan solusi konkret. Mereka menginginkan adanya regulasi yang lebih fleksibel serta proses perizinan yang lebih cepat, sehingga mereka bisa kembali bekerja tanpa harus khawatir dengan penutupan tambang secara mendadak.

“Kami tidak ingin melanggar aturan, tapi kami juga butuh bekerja. Semoga ada jalan tengah yang bisa menguntungkan semua pihak,” tutup Endang.

 

Penulis : Arif Rosmanto

Editor : Rizal y

Berita Terkait

Titik Terang : Polres Blitar, TNI, dan BPBD Kab. Blitar Berhasil Evakuasi Korban Tenggelam di Dam Sungai Berut Jatinom
Polres Blitar Siagakan Pleton Patroli dan Pleton Urai Pastikan Arus Lalu Lintas Lancar Selama Mudik dan Arus Balik Lebaran 2025
Kapolres Blitar Bersama PJU Polres Blitar Sambangi Pemudik, Pastikan Arus Mudik Lancar
Masih Tersedia Tiket Pasca-Lebaran dari Daop 7 Madiun. Jumlah Penumpang yang Berangkat Naik Signifikan pada H2 Lebaran Idul Fitri 1446 H
Angin Puting Beliung Terjang Kawasan Pesisir Tambakrejo Blitar, Sejumlah Rumah Rusak Parah
KAI Rilis Fitur Female Seat Map di Access by KAI untuk Kenyamanan Penumpang Perempuan, Daop 7 Madiun Tekankan ini
Peduli Sesama, IJTI Blitar dan Polres Blitar Santuni Anak Yatim di Kanigoro
Kapolres Blitar Tinjau Pos Pengamanan Selorejo dalam Operasi Ketupat Semeru 2025

Berita Terkait

Jumat, 4 April 2025 - 11:28 WIB

Titik Terang : Polres Blitar, TNI, dan BPBD Kab. Blitar Berhasil Evakuasi Korban Tenggelam di Dam Sungai Berut Jatinom

Kamis, 3 April 2025 - 19:01 WIB

Polres Blitar Siagakan Pleton Patroli dan Pleton Urai Pastikan Arus Lalu Lintas Lancar Selama Mudik dan Arus Balik Lebaran 2025

Kamis, 3 April 2025 - 15:53 WIB

Kapolres Blitar Bersama PJU Polres Blitar Sambangi Pemudik, Pastikan Arus Mudik Lancar

Rabu, 2 April 2025 - 07:12 WIB

Masih Tersedia Tiket Pasca-Lebaran dari Daop 7 Madiun. Jumlah Penumpang yang Berangkat Naik Signifikan pada H2 Lebaran Idul Fitri 1446 H

Sabtu, 29 Maret 2025 - 17:54 WIB

Angin Puting Beliung Terjang Kawasan Pesisir Tambakrejo Blitar, Sejumlah Rumah Rusak Parah

Berita Terbaru